nginx_logo

Nginx – Alternatif Web Server Open Source

Nginx (baca : engine x) adalah web server dengan kode terbuka dan bisa berjalan pada sistem Unix, Linux, BSD, Mac OS X, Solaris, AIX, HP-AUX, dan Windows. Nginx juga bisa digunakan sebagai proxy server yang mendukung protokol HTTP, IMAP, SMTP dan POP3. Nginx terkenal karena kemampuannya meng-handle banyak koneksi secara bersamaan (10.000 koneksi lebih) dengan pemakaian memory yang sekecil mungkin.

Nginx diciptakan oleh Igor Sysoev, pria berkebangsaan Rusia. Berdasarkan beberapa survey, nginx saat ini digunakan hampir 12% dari jumlah website yang aktif di dunia, dan masuk urutan 3 besar aplikasi web server yang banyak digunakan.

Berikut adalah fitur-fitur nginx (dikutip dari wikipedia) serta beberapa kekurangannya.

Fitur

  • Kemampuan meng-handle banyak koneksi tanpa memakan banyak memory. Cocok bagi anda yang menggunakan VPS kecil dengan memory dedicated 256M-512M.
  • Kemampuan menjalankan file statis, index file, dan auto indexing.
  • Bisa dijalankan untuk proxy dengan kemampuan caching.
  • Load Balancer.
  • Fault Tolerance.
  • TLS/SSL.
  • Support FastCGI, SCGI, dan uwsgi dengan kemampuan caching.
  • Support virtual server (server block) berbasis nama domain dan ip.
  • Support IPv6.
  • Support kompresi gzip.
  • Support URL Rewrite.
  • Support Streaming FLV dan MP4.
  • Support limitasi untuk koneksi/rikues dari satu alamat.
  • Keep-Alive.

Kekurangan

  • Tidak mendukung pembacaan file .htaccess, kita harus mengkonversi nya terlebih dahulu ke dalam format konfigurasi nginx. Sangat merepotkan bagi yang terbiasa dengan apache.
  • Belum didukung penuh oleh beberapa control panel server semacam cpanel, webmin, dan kloxo.

Jadi, sudahkah anda tertarik menggunakan nginx? Sebagai info, semutmerah.us adalah salah satu website di dunia ini yang menggunakan nginx  😎 . Selain itu, wikipedia dan wordpress juga salah satu yang memanfaatkan nginx pada server mereka. Demikianlah sekelumit artikel tentang nginx sebagai salah satu alternatif web server open source, nantikan artikel selanjutnya di semutmerah.us untuk tutorial penerapan nginx sebagai web server.

3 thoughts on “Nginx – Alternatif Web Server Open Source”

  1. Kalau tidak salah, kunci dari kemampuan Nginx menangani load yang sangat banyak adalah karena web server ini tidak memakai sistem multi threading seperti Apache, tetapi menggunakan Event driven. Mirip dengan nodejs, yaitu platform server-side javascript.
    By the way, berarti hosting blog ini bukan pake CPanel yang pasaran itu ya bro?

    1. Terima kasih sudah mampir. Maaf baru mulai aktif ngeblog lagi nih, InsyaAllah di tunggu saja artikelnya, biar penasaran kaya sinetron, hehe.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge